Tampilkan postingan dengan label Materi Mentoring SMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Mentoring SMU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Februari 2008

IKHLASUNNIYAH

2. IKHLASUNNIYAH

TUJUAN

 Peserta memahami makna ikh1asunniyah baik secara bahasa maupun istilah.
 Peserta memahami pentingnya ikhlasunniyah dalam beramal.
 Peserta mengetahui cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikh1as.
 Peserta termotivasi untuk mempunyai niat yang ikhlas dalam beramal sehingga bernilai ibadah.

METODE PENDEKATAN

 Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN

Makna ikhlasunniyah


• Secara bahasa: - Ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/ murni.
- Niyat berarti Al-qoshdu, artinya maksud/tujuan.
• Secara istilah: Ikhlashunniyat berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah Azzawa Jalla sebagai tujuan dalam berbuat.

Perintah Allah untuk ikhlas dalam beramal: QS. 98:5, 7:29, 18:110.

Pentingnya Ikhlasunniyah


a) Merupakan ruhnya amal
b) Salah satu syarat diterimanya amal. “Allah Azza wa Jalla tidak menerima amaI kecuaIi apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata”. (HR Abu Daud dan Nasa'i).
Syarat diterimanya amal atau perbuatan :
• Bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya
• Ikhlas dalam berniat
• Sesuai dengan syariat Islam (Al-Qur’an dan Sunnah)
c) Penentu nilai/kualitas suatu amal [4:125]. "Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasannya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niiatkan. Maka barang siapa hijrah menuju (ridha) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya." (HR Bukhari Muslim)
d) Mendatangkan berkah dan pahala dari Allah [2:262, 4:145-146].

Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas


1. Menyerahkan segala datanya hanya kepada Allah, rasul dan akhirat.
2. Memerangi kesenangan hawa nafsu dunia.
3. Menyadari bahwa segala aspek kegiatan seorang muslim adalah ibadah [2:21, 51:56].

REFERENSI
• Imam Al-Ghazali, Ibnu Rajab Al-Hambali & Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pembersih Jiwa, Pustaka.
• Ibnu Taimiyyah, Etika Beramar Ma'ruf Nahi Munkar, GIP.
• Panduan Aktivis Harokah, hal. 42, Al-Ummah.


ALOKASI WAKTU

Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 40’
Diskusi Mentor memberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’




Sabtu, 16 Februari 2008

TAWAZUN

1. TAWAZUN

TO THE EFFECT
? Participant understands tawazun's meaning and reality.
? Participant knows aught potency on man himself and its requirement.
? Participant knows man examples that don't tawazun.
? Motivated participant for can live tawazun.

APPROXIMATE METHODS
? Discourse and discussion

DETAILS OF DISCUSSION
tawazun's meaning and Essence
Tawazun is its mean balance. As it were Allah has made therewith content nature it lies deep one balance (67: 3 ).
lslam's man and religion the two constitute Allah creature that corresponds to Allah character. Blue moon Allah create lslam's religion to man unsuitably God (30: 30). This sentence words on us that human it is created according to character God which is have instinct to get religion (tauhid's religion: Al is Islam) and Allah wills man for constant deep that character. If there is man which irreligious tauhid, it is only since environment influence (Hadits: Each daIam's whelped baby character situation (Islam) its oldster which make it as Jewish As, Christian or Majusi)
According to character God, man has 3 potencies, which is Al is Body (Bodily), Al Aql (mind) and Ar Ruh (spritual). Islam wills to three-dimensional that lies in a state tawazun (balance). Instruction to uphold this balance balance gets to be seen on QS. 55: 7 - 9.
Potency third this need its food each. :

1. Bodily.
Your' min that strong it better and more preferred God than poor believer (HR. Moslem). Its requirement is alimentary, which is food which halaalan thayyiban (kosher and well) [80:24, 2:168] beristiharat [78:9] biologis's requirement [30: 20-21] & miscellaneous that make strength earthly concern.

2. Mind
One that differentiate man with animal is akalya. Mind too which make man more glory of another creatures. With human mind can know something reality, preventing it of crime and bad conduct. Helping it in utilize natural resources that by God are destined divide it
so man can perform its task as khalifatullah fil ardh (Allah representative on earth) [2:30, 33:72] Mind requirement is knowledge [3:190] for life medium accomplishment it.

3. Ruh (heart)
Its requirement is dzikrullah [13:28, 62:9-10] The need accomplishment spiritual momentous, that spirit / regular soul has is ardour life, without that requirement accomplishment soul will die and not feels equal mengemban trust outgrows that is flooded to her.
With human balance gets to reach for kebahagian intrinsic one constitutes Allah relish. Since syariah's performing corresponds to its character. For people scale, to tawazunan will place lslam's people becomes middle people / ummatan wasathon [2:143] That happiness gets as:
- Happiness bathin /soul, in soul calm Form [13:28]
- kebahagian zhahir /power, in stability Form, calm prays, work and another activity.
With balances her therefore that man rank as slave that clever mensyukuri God's relish. She the so called human completely.

Human examples that don't tawazun
• Man Atheism : don't admit God, just leaning on mind (basal ratio) .
• Man Materialist : accentuating carnal problem / even material.
• Man Pantheis (Mystical): leaning on heart / its spiritual only.

REFERENCE
• Al Qadiry, Balance in gets religion , Jakarta:GIP
• Mentoring's Material syllabus yr 1994 / 995

TIME ALLOCATION

Stage Breakdown of Time
Uncovering Mentor passes on introduction and to the effect material 5 ’
Discourse Mentor passes on details of discussion 40 ’
Discussion Mentor gives chance for discussion and question-answer 10 ’
Shell Mentor concludes to fill material and closes it with invocation 5 ’

TAWAZUN

TUJUAN

 Peserta memahami makna dan hakikat tawazun.
 Peserta mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri manusia dan kebutuhan-kebutuhannya.
 Peserta mengetahui contoh-contoh manusia yang tidak tawazun.
 Peserta termotivasi untuk dapat hidup tawazun.

METODE PENDEKATAN
 Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN
Makna dan Hakekat tawazun
Tawazun artinya keseimbangan. Sebagaimana Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan (67: 3).
Manusia dan agama lslam kedua-duanya merupakan ciptaan Allah yang sesuai dengan fitrah Allah. Mustahil Allah menciptakan agama lslam untuk manusia yang tidak sesuai Allah (30: 30). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa manusia itu diciptakan sesuai dengan fitrah Allah yaitu memiliki naluri beragama (agama tauhid: Al-Islam) dan Allah menghendaki manusia untuk tetap dalam fitrah itu. Kalau ada manusia yang tidak beragama tauhid, itu hanyalah karena pengaruh lingkungan (Hadits: Setiap bayi terlahir daIam keadaan fitrah (Islam) orang tuanyalah yang menjadikan ia sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi)
Sesuai dengan fitrah Allah, manusia memiliki 3 potensi, yaitu Al-Jasad (Jasmani), Al-Aql (akal) dan Ar-Ruh (rohani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Perintah untuk menegakkan neraca keseimbangan ini dapat dilihat pada QS. 55: 7-9.
Ketiga potensi ini membutuhkan makanannya masing-masing. :

1. Jasmani.
Mu'min yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim). Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halaalan thayyiban (halal dan baik) [80:24, 2:168], beristiharat [78:9], kebutuhan biologis [30: 20-21] & hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat.

2. Akal
Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akalya. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenal hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya
supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardh (wakil Allah di atas bumi) [2:30, 33:72]. Kebutuhan akal adalah ilmu [3:190] untuk pemenuhan sarana kehidupannya.

3. Ruh (hati)
Kebutuhannya adalah dzikrullah [13:28, 62:9-10]. Pemenuhan kebutuhan rohani sangat penting, agar roh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.
Dengan keseimbangan manusia dapat meraih kebahagian hakiki yang merupakan nikmat Allah. Karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala umat, ke-tawazunan akan menempatkan umat lslam menjadi umat pertengahan/ ummatan wasathon [2:143]. Kebahagiaan itu dapat berupa:
- Kebahagiaan bathin/jiwa, dalam Bentuk ketenangan jiwa [13:28]
- Kebahagian zhahir/gerak, dalam Bentuk kestabilan, ketenangan beribadah, bekerja dan aktivitas lainnya.
Dengan menyeimbangkan dirinya maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Dialah yang disebut manusia seutuhnya.

Contoh-contoh manusia yang tidak tawazun
• Manusia Atheis: tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar) .
• Manusia Materialis: mementingkan masalah jasmani / materi saja.
• Manusia Pantheis (Kebatinan): bersandar pada hati/ batinnya saja.

REFERENSI
• Al-Qadiry , Seimbanglah dalam Beragama, Jakarta:GIP
• Silabus Materi Mentoring th 1994/995

ALOKASI WAKTU

Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 40’
Diskusi Mentor memberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’